PUISI-PUISI TENTANG VIRUS CORONA (COVID 19)
KARYA SOLEHUN
Yang Mengerikan pun Datang
pertama muncul di Wuhan, Hubei-China
akhir 2019
lalu kau mengglobal
dan kini pada 2 Mei 2020
kau telah menginfeksi hampir semua negara
menorehkan 3.359.055 kasus positif
menghilangkan 238.999 nyawa manusia
pada 2 Maret 2020
Indonesia baru tersadar jika kau pun telah menyerang
dan kini berselang bulan
hampir semua provinsi terinfeksi
ada 10.843 kasus positif di negeri ini
ada 831 orang yang mati
Kau, Corona, yang mengerikan
sungguh telah benar-benar datang
takut pun bukan kepalang
social distancing diterapkan
work from home digelorakan
kerumunan dilarang
perkumpulan kegiatan keagamaan ditiadakan
sekolah-kuliah diliburkan
UN pun ditiadakan
Perppu lalu diterbitkan
melengkapi keppres darurat kesehatan covid-19
mengokohkan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar
hingga tersebut empat ratusan lima triliun uang digelontorkan
untuk menghadang laju keganasan
juga menekan dampak perusakmu
Corona yang mengerikan
kini kami belum tahu pasti kapan kau pergi
satu yang pasti kami masih terus berjuang dan melawan
hingga kami bisa memastikan
mampu hidup normal kembali melanjutkan peradaban
Palembang, 2 Mei 2020
Gegara Corona
diametermu hanya 60-140 nanometer
dan tak kasat mata
tapi ganasmu porak porandakan dunia
tak peduli pejabat-jelata
kaya-papa
semua disasar tak berdaya
gegara kamu, virus corona
semua mesti berjarak
social distancing pun kian akrab di telinga
ya, gegara kamu
semua harus patuh
bekerja dari rumah
belajar dari rumah
bicara satu meter dari lawan bicara
gaya salaman diperbarui
shalat berjamaah dihindari
pertemuan umum dilarang
laga kompetisi dihentikan
banyak negara-kota lockdown
banyak pula wilayah dikarantina
gegara kamu, corona
pemerintah dibuat gagap
masyarakat dipaksa panik
orang pun ramai timbun masker dan sembako
di negeri ini kini kau telah jadi bencana nasional
bahkan telah jadi darurat kesehatan nasional
hingga kami terpaksa berjuang melawanmu
meski di tengah ketidaksiapan
lihatlah …
tenaga medis bekerja di tengah kekurangan alat pelindung diri
hingga jas hujan plastik jadi pengganti
hingga tidak sedikit pula dari mereka yang mati
jutaan obat dan alat pendeteksi dini pun terpaksa dibeli
walau meski jauh ke luar negeri
gegara kamu, corona
social distancing pun diperbaharui di negeri ini
menjadi pembatasan sosial berskala besar
hingga kami tak pernah tahu
entah sampai kapan
kenormalan ini terpagari
karena kami terkondisi hanya bisa untuk berpikir
hidup atau mati
Palembang, 24 Maret 2020
Surat Terbuka untuk Corona
Corona yang baik,
terima kasih kau telah menyadarkan
betapa setiap yang bernyawa pasti akan mati
tak peduli siapa dan apa pun status sosialnya
terlepas oleh apa pun sebabnya
sekalipun oleh makhluk sekecil dan sehalus dirimu
Corona yang baik,
jika kau sejatinya utusan Tuhan
segeralah kembali dan laporkan
bahwa tugas telah dijalankan
bahwa kesombongan dan kepongahan telah mampu dirontokkan
bahwa manusia kini telah bisa kembali merasakan kehadiran Tuhan
bahwa nama-Nya telah mulai sering dilafalkan
Corona yang baik,
sebagai sesama makhluk Tuhan
marilah bertenggang rasa
berilah kesempatan bagi kami yang masih hidup
untuk memperbaiki sikap dan perbuatan
agar kami bisa berusaha dan beribadah tanpa kepanikan
Palembang, 26 Maret 2020

Komentar
Posting Komentar